Sabtu, 19 May 2012
   Anda ada di:   BerandaPusat InformasiPublikasiBukuBencana Alam & Bencana Anthropogene
Senin, 20 Juni 2011 09:55

RESENSI BUKU

Bencana_Alam_dan_Athropogene

Judul        : Bencana Alam & Bencana Anthropogene

Penerbit   : Penerbit Kanisius

Penulis     : Prof. Ir. Sukandarrumidi, M.Sc., Ph.D.

Tahun       : 2010

ISBN          : 978-979-21-2571-9

Hal             : 260 halaman

Indonesia terletak di pertemuan lempeng Indo-Australia, Eurasia dan lempeng Pasific sehingga banyak terjadi bencana alam. Namun bencana yang terjadi di Indonesia tidak hanya dipicu oleh faktor alam saja. Hal inilah yang dibahas pada Bencana Alam & Bencana Anthropogene yang ditulis oleh Prof. Ir. Sukandarrumidi, M.Sc., Ph.D.

Buku ini membahas berbagai bencana yang diklasifikasikan menjadi dua, yaitu bencana alam dan bencana anthropogene. Kedua bencana tersebut memberikan dampak di bidang sosial, ekonomi, politik, keamanan, dan lingkungan hidup. Perbedaan mendasar dari kedua bencana tersebut adalah dari segi penyebabnya. Bencana alam dipicu oleh faktor alam, sedangkan bencana anthropogene dipicu oleh pemanfaatan sumber daya alam yang berlebihan dan tidak ramah lingkungan yang dilakukan oleh manusia.

Beberapa bencana yang termasuk bencana alam yang dibahas buku ini adalah gempa, tsunami dan gunung meletus. Dari tsunami Aceh tahun 2004, ada beberapa pelajaran yang dapat diambil, bahwa tingkat kerusakan minim untuk daerah yang ditumbuhi hutan bakau karena 50% dari kekuatan gelombang di redam, namun tingkat kerusakan tinggi untuk Daerah Aliran Sungai (DAS) yang dinormalisasikan/diluruskan karena tidak terdapat peredam gelombang tsunami.

Sedangkan beberapa bencana yang termasuk bencana anthropogene adalah banjir dan kekeringan. Banjir dapat dikatakan sebagai bencana yang anthropogenic karena banjir dipicu oleh penebangan hutan di DAS bagian hulu. Maka dari itu, beberapa hal yang dapat dilakukan untuk mitigasi banjir adalah melakukan reboisasi pada wilayah DAS, tidak mendirikan bangunan di sempadan sungai, dan melakukan normalisasi sungai secara selektif.

Usaha mitigasi bersifat selektif, tergantung dari karakteristik bencana, keadaan masyarakat, serta kemampuan pemerintah daerah. Disini, penulis mendeskripsikan mitigasi dari masing-masing bencana pada tiap bab yang ada pada buku.

Buku ini ditulis dengan mendeskripsikan secara jelas bahaya bencana alam maupun anthropogene, mulai dari penjabaran mengenai bencana itu sendiri, tanda bahaya, kerusakan yang mungkin timbul, mitigasi yang mungkin dilakukan, penyakit dan kerugian yang mungkin timbul, serta pengalaman di lapangan. Oleh karena itu, buku ini layak dibaca oleh mahasiswa, relawan, dan mereka yang peduli terhadap lingkungan korban bencana. Buku ini tersedia di Perpustakaan Balai Informasi Penataan Ruang, Werdhapura Village Center, Sanur, Bali.