Kamis, 23 Oktober 2014
Pengumuman

Sarbagita

Senin, 10 Januari 2011 13:44


Kawasan Perkotaan Denpasar-Badung-Gianyar-Tabanan (Sarbagita) merupakan kawasan strategis nasional dengan sudut kepentingan ekonomi yang berbentuk kawasan metropolitan, yang merupakan rencana rinci dari Rencana Tata Ruang Nasional (RTRWN).

Definisi Kawasan Metropolitan

Kawasan metropolitan adalah kawasan perkotaan yang terdiri atas kawasan perkotaan yang berdiri sendiri atau kawasan perkotaan inti dengan kawasan perkotaan di sekitarnya yang saling memiliki keterkaitan fungsional yang dihubungkan dengan sistem jaringan prasarana wilayah yang terintegrasi dengan jumlah penduduk secara keseluruhan sekurang-kurangnya 1.000.000 (satu juta) jiwa.

Wilayah Kawasan Perkotaan Sarbagita

Wilayah kawasan perkotaan Sarbagita adalah Kota Denpasar dan kawasan perkotaan di tiga wilayah Kabupaten (Badung, Gianyar, Tabanan) yang berdekatan dan berjarak maksimal ±30 km, memiliki kecenderungan penglaju (commuter) dari/ke Kota Denpasar dan kawasan sekitarnya (Kuta, Nusa Dua, Tabanan, Gianyar, Ubud) dan sebaliknya.

Tujuan Penataan Ruang Kawasan Perkotaan Sarbagita

Mewujudkan struktur ruang dan pola ruang Kawasan Perkotaan Sarbagita yang aman, nyaman, produktif dan berkelanjutan sebagai pusat perekonomian regional dan nasional melalui kegiatan pariwisata bertaraf internasional dan pertanian yang berjati diri budaya Bali berdasarkan Tri Hita Karana.

Nilai Strategis

  • Kawasan metropolitan Sarbagita sebagai tulang punggung perekonomian Provinsi Bali dan salah satu pusar perkembangan nasional dengan tiga sektor utama yaitu pariwisata, pertanian dan industri pendukung pariwisata.
  • Metropolitan Sarbagita berbeda dengan metropolitan lain, dimana sektor pertanian masih dipertahankan keberadaannya untuk kepentingan pariwisata maupun kepentingan ekonomi.
  • Struktur sosial budaya masyarakat dipengaruhi tata kehidupan agama Hindu (Tri Hita Karana) yang unik dan berjati diri akan mempengaruhi pelaksanaan pembangunan Bali.

Isu-Isu Strategis

  • Besarnya tekanan alih fungsi lahan pada kawasan lindung, sawah yang beririgasi teknis, untuk kebutuhan pengembangan akomodasi wisata.
  • Mempunyai panjang pantai sekitar 164,5 km yang terabrasi sepanjang 30,6 km dan rawan terhadap tsunami mulai dari arah pantai di bagian barat sampai ke timur.
  • Berada pada dataran rendah pantai sehingga rawan terhadap ancaman bahaya kenaikan muka air laut yang akan mengganggu infrastruktur serta aset-aset sosial budaya dan ekonomi penting.

 

sarbagita-pola-ruang sarbagita-struktur-ruang sarbagita-zona-pola-ruang

 

 

Ruang Kawasan Perkotaan Sarbagita diarahkan menjadi:

1.      Suatu kawasan yang memiliki keterkaitan struktural antar kota-kota di Metropolitan Sarbagita dengan hierarki jangkauan pelayanan dari pusat inti Denpasar, terhubung dengan sistem transportasi terintegrasi.

2.      Suatu kawasan yang memiliki kawasan penyangga berbentuk Ruang Terbuka Hijau untuk kawasan perkotaan baru.

3.      Suatu kawasan yang potensial dikembangkan untuk kegiatan budidaya dengan mempertahankan ketahanan pangan, fungsi perlindungan serta ketahanan budaya, melalui:

  • Mempertahankan kawasan sawah yang memiliki atraksi wisata.
  • Mempertahankan hutan mangrove yang berfungsi sebagai penangkap air, pencegah abrasi dan penahan gelombang.
  • Melestarikan tempat-tempat suci seperti misalnya pura yang memiliki kawasan radius kesucian tertentu serta Kawasan Suci.

4.      Suatu kasawan yang memiliki dua fungsi utama yaitu N (zona lindung) dan zona B (zona budidaya).

Instansi Terkait