Selasa, 23 Desember 2014
Pengumuman
Kamis, 25 November 2010 09:54

Kunjungan Lapangan Peserta Pelatihan ke Kabupaten Tabanan

Pembelajaran dengan melihat kondisi lapangan adalah salah satu cara pembelajaran peserta pelatihan sehingga peserta mendapat gambaran mengenai kondisi riil pada suatu kawasan. Hal ini yang menjadi alasan Pelatihan Dasar Tenaga Ahli Perencana Tata Ruang, yang merupakan rangkaian pelatihan yang diselenggarakan oleh Balai Informasi Penataan Ruang (BIPR), melaksanakan kegiatan kunjungan lapangan ke Kabupaten Tabanan pada 24 November 2010. Dengan diadakannya kunjungan lapangan ini, maka diharapkan peserta dapat meningkatkan kemampuan dalam merencanakan dan mengendalikan pemanfaatan ruang.

diskusi-dengan-pemkab-tabanan

Gambar 1 Diskusi dengan Pemkab Tabanan

Kabupaten Tabanan merupakan salah satu kawasan dalam wilayah administratif Sarbagita yang perekonomiannya berasal dari sektor agraris. Beberapa tantangan dihadapi oleh Kabupaten Tabanan, antara lain mengenai tingkat pertumbuhan penduduk yang tinggi sehingga kebutuhan akan lahan meningkat dan dapat mengancam keberadaan lahan pertanian.

Penerapan rencana tata ruang di Kabupaten Tabanan dengan berbasiskan kearifan lokal masyarakat Bali mengikuti konsep Tri Angga, yaitu Utama, Madya dan Nista. Pada daerah Utama di Kabupaten Tabanan, terdapat area suci yaitu Pura Ulun Dalu di daerah Bedugul dan juga terdapat hutan lindung. Pada daerah Madya terdapat pusat kegiatan, yaitu pengembangan sektor pertanian, perkebunan dan kawasan agropolitan di Kecamatan Baturiti, Penebel dan Marga. Perkembangan kawasan permukiman terdapat di daerah timur dari Kabupaten Tabanan, mengingat banyak pekerja dari Denpasar yang menetap di Tabanan. Dan pada daerah Nista terdapat kegiatan yang memiliki limbah seperti pusat industri dan pertambangan. Dengan menganut sistem yang sesuai dengan kearifan lokal Bali, diharapkan Kabupaten Tabanan akan selalu menjalin hubungan baik dengan Tuhan, sesama manusia, dan alam sekitar.


Pusat Pelatihan

Instansi Terkait