Sabtu, 19 May 2012

Pelatihan Dasar Penataan Ruang Wilayah dan Kawasan

Werdhapura, Sanur, Denpasar Bali, 16-20 Nopember 2009

Your browser may not support display of this image. Dalam upaya untuk meningkatkan kemampuan sumberdaya manusia bidang penataan ruang di daerah, Balai Informasi Penataan Ruang (BIPR), Sekretariat Direktorat Jenderal Penataan Ruang, Departemen Pekerjaan menyelenggarakan Pelatihan Dasar Penataan Ruang Wilayah dan Kawasan pada 16-20 Nopember di Werdhapura, Sanur, Denpasar Bali. Kegiatan pelatihan ini merupakan langkah awal dalam rangka mewujudkan Balai Informasi Penataan Ruang sebagai Pusat Informasi dan Pusat Pelatihan Penataan Ruang di masa mendatang, sebagaimana yang dicanangkan dalam road map BIPR.

Your browser may not support display of this image. Pelatihan ini diikuti oleh 38 peserta yang terdiri perwakilan Bappeda Provinsi, Dinas PU Provinsi, Bappeda Kabupaten/Kota di Provinsi Bali, dan perwakilan dari Universitas. Dalam menjawab kebutuhan, tantangan dan permasalahan penyelenggaraan penataan ruang di daerah, pelatihan ini lebih diarahkan sebagai simulasi dari kehidupan nyata para penyelenggara penataan ruang di daerah dalam mengemban tugasnya. Hal tersebut disebutkan pula oleh Ir. Made Bagus Budiardjo, MA selaku Kepala Balai, dalam pidato sambutannya yang menyebutkan bahwa tujuan dari pelatihan ini adalah untuk meningkatkan kompetensi aparat pemerintah dalam pelaksanaan penataan ruang; terutama dalam hal penyusunan rencana dan pengendalian pemanfaatan RTRW provinsi..

Secara keseluruhan jumlah jam pelajaran yang dirancang dalam penyelenggaran pelatihan ini adalah sebanyak 40 jam pelajaran, dengan menggunakan metode Problem Based Learning atau Pembelajaran Berbasis Masalah. Peserta secara berkelompok akan diberi kesempatan untuk merumuskan sendiri isu-isu pembelajaran yang mereka perlukan untuk menyelesaikan masalah yang ada. Selanjutnya peserta akan melakukan riset mandiri dengan memanfaatkan berbagai sumber (perpustakaan, basis data BIPR, kunjungan lapangan, wawancara dengan 4 orang nara sumber dari Direktorat Jenderal Penataan Ruang, pencarian data dari sistus-situs di internet). Dalam pelatihan ini, setiap kelompok didampingi seorang instruktur yang lebih berperan sebagai fasilitator dari proses pembelajaran yang dilakukan masing-masing peserta. Peran Instruktur adalah membantu peserta dalam hal pengembangan cara belajarnya (proses pembelajarannya). Terdapat 5 instruktur yang terlibat dalam proses pelatihan ini, kesemua instruktur tersebut diambil dari berbagai perguruan tinggi antara lain : ITB, ITS, Undip dan Unwim.

Your browser may not support display of this image. Your browser may not support display of this image. Your browser may not support display of this image. Dalam kesempatan pelatihan ini, dilakukan pula kuliah lapangan ke Gunung Batur dan Pantai Kuta untuk memberikan gambaran nyata kepada para peserta tentang praktek mitigasi bencana dalam penataan ruang. Dalam kunjungan ke Gunung Batur, peserta menyempatkan diri untuk mengunjungi Museum Geologi untuk memperoleh informasi lebih lanjut tentang kondisi Gunung Batur dan menambah pengetahuan terkait mitigasi bencana.

Your browser may not support display of this image. Berbekal riset mandiri yang telah dilakukan oleh setiap kelompok dan temuan-temuan hasil kunjungan lapangan, selanjutnya setiap kelompok diminta untuk memaparkan hasil akhir yang telah mereka rumuskan sesuai dengan soal kasus yang diberikan oleh pengajar. Diskusi antar kelompok berlangsung dengan dinamis, dimana setiap kelompok diminta untuk memberikan tanggapan dan masukan terhadap paparan kelompok lainnya.

Proses pembelajaran semakin lengkap ketika para pengajar memberikan refleksi proses pembelajaran setelah semua kelompok memaparkan hasil pembelajarannya. Setiap peserta diminta untuk menyampaikan hasil refleksi mereka tentang proses pembelajaran yang telah mereka alami. Selain itu masing-masing instruktur diberi kesempatan untuk menyampaikan pendapatnya tentang kelebihan maupun kekurangan yang terjadi dalam proses pembelajaran di kelompoknya.

Setelah melalui proses panjang yang melelahkan, akhirnya kegiatan pelatihan ini ditutup pada hari Jumat, 20 Nopember 2009. Dari hasil penyebaran angket yang dilakukan panitia diakhir kegiatan, sebagian besar peserta memberikan apresiasi yang cukup besar terhadap kegiatan ini dan berharap agar kegiatan serupa akan berlanjut pada masa mendatang.