Sabtu, 19 May 2012
   Anda ada di:   BerandaBerita BIPRPelatihan Dasar Tenaga Ahli Perencanaan Tata Ruang 22-27 November 2010
Selasa, 23 November 2010 13:17

Pembukaan Pelatihan Dasar Tenaga Ahli Perencanaan Tata Ruang Bersertifikat

 

foto06

Gambar 1 Suasana Pembukaan Pelatihan Dasar Tenaga Ahli Perencanaan

Balai Informasi Penataan Ruang (BIPR) mengadakan Pelatihan Dasar Tenaga Ahli Perencanaan Tata Ruang pada tanggal 22-27 November 2010 yang bertempat di Werdhapura Village Center Sanur, Bali. Penyelenggaraan pelatihan dengan tema Pelatihan Dasar Tenaga Ahli Perencanaan Tata Ruang telah dilakukan oleh BIPR sebanyak dua kali. Penyelenggaraan pelatihan yang pertama dilaksanakan pada pertengahan Oktober, dan ini merupakan pelatihan yang kedua. Adapun materi pada penyelenggaraan ini lebih inovatif dan lebih dikembangkan lebih lanjut sesuai kurikulum yang telah disusun oleh Direktorat Jenderal Penataan Ruang bersama dengan TU Delft Belanda.

Tujuan dari pelatihan ini adalah untuk meningkatkan pemahaman, keterampilan, dan sikap SDM aparat pemerintah daerah dalam melakukan supervisi/pengawasan penyusunan rencana tata ruang. Peserta pelatihan ini merupakan perwakilan dari instansi pusat, provinsi dan Bappeda di Indonesia. Adapun peserta yang diundang sebanyak 44 peserta, tetapi yang hadir pada acara pembukaan pelatihan ini sebanyak 34 peserta.

Sekretaris Direktorat Jenderal Penataan Ruang Kementerian Pekerjaan Umum Dr. Ir. Ruchyat Deni Djakapermana membuka pelatihan ini dan beliau mengatakan bahwa pelatihan ini berguna bagi aparatur pemerintah sehingga memiliki pengalaman di bidang penataan ruang kota. Kurikulum telah disusun berdasarkan input seperti wilayah Indonesia yang berada di ring of fire dan jalur patahan sehingga Indonesia diguncang 4500 gempa setiap tahunnya.

foto04

Gambar 2 Sekretaris Direktorat Jenderal Penataan Ruang membuka pelatihan secara resmi

Pelatihan Pelatihan Dasar Tenaga Ahli Perencanaan Tata Ruang dilakukan dengan metode Problem Based Learning (PBL) dimana setiap peserta diberi kesempatan untuk merumuskan dan menyelesaikan persoalan yang ada. Materi pembelajaran pada pelatihan ini antara lain adalah pemahaman data dan informasi wilayah perencanaan spatial, penentuan arah dan strategi pembangunan kota menggunakan metode spatial SWOT analysis, perencanaan, pemanfaatan dan pengendalian pemanfaatan ruang, skenario dan strategi penataan ruang, perumusan rencana tata ruang.

Dengan metode PBL yang digunakan pada pelatihan ini, tiap kelompok akan didampingi oleh fasilitator untuk membantu dalam proses pembelajaran. Setelah mengikuti pelatihan ini, peserta diharapkan memiliki pengetahuan, keterampilan dan sikap yang baik sebagai pemangku kebijakan di bidang penataan ruang.