Sabtu, 23 Agustus 2014
Pengumuman

Fungsi Ruang dalam Optimalisasi Pembangunan Infrastruktur

Senin, 02 Juli 2012 17:46

fungsi-ruang-dalam-optimalisasi-pembangunan-infrastruktur-2

Denpasar - “Fungsi ruang tidak bisa dilepaskan dari pembangunan infrastruktur, agar pembangunan infrastruktur bisa berfungsi secara optimal”, demikian disampaikan oleh Lina Marlia, Direktur Pembinaan Penataan Ruang Daerah Wilayah II, Direktorat Jenderal Penataan Ruang, Kementerian Pekerjaan Umum, pada acara Seminar dan Kongres Ikatan Alumni Perancis Bidang Pekerjaan Umum (IAPPU) di Werdhapura Village Center, Sanur (30/06).

Dalam perspektif penataan ruang, perencanaan infrastruktur jalan yang terkait dengan lokasi, harus memperhitungkan load factor yang akan dibawa. Demikian halnya di dalam bidang persampahan, Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) juga sudah mengakomodasi rencana lokasi Tempat Pembuangan Akhir (TPA) sampah. “Jadi tata ruang akan menjadi background tema apapun yang dibahas”, jawab Lina ketika ditanya tentang penyelenggaraan seminar oleh IAPPU yang berkaitan dengan penataan ruang.

Terkait dengan konsep spatial planning, Perancis juga memiliki rencana tata ruang secara makro. Dalam level mikro, layaknya Indonesia yang memiliki Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) dengan skala 1:5000, Perancis memiliki RDTR dengan skala yang lebih detail, yang bisa mencapai skala 1:1000. Melalui aturan detail ini, masyarakat dapat mengetahui aturan-aturan yang berlaku sebelum melakukan proses pembangunan. Seperti mfungsi-ruang-dalam-optimalisasi-pembangunan-infrastrukturisalnya jika masyarakat menginginkan adanya pembuatan selokan, sudah terlihat aturannya yang meliputi volume, lebar, tinggi, serta modelnya. Pengalaman-pengalaman inilah yang memberikan nilai tambah, selain dari ilmu pengetahuan yang juga didapat, ketika berkesempatan untuk belajar di Perancis, tambah Lina.

Seminar dan Kongres Ikatan Alumni Perancis Bidang Pekerjaan Umum ini diselenggarakan selama 1 hari pada 30 Juni 2012. Dijelaskan Lina, penyelenggaraan acara ini bertujuan untuk melakukan perbaikan organisasi melalui regenerasi anggota yang sudah memasuki masa pensiun. “Terjadi adanya perbedaan jumlah antara alumni senior dan alumni junior, dimana alumni junior hanya berjumlah sedikit dibandingkan dengan alumni senior “ imbuh Lina. Hal inilah yang menjadi salah satu penyebab terjadinya kekosongan pengurusan IAPPU.

Dalam sesi seminar yang bertemakan “Membangun Infrastruktur Jalan Berbasis Adat dan Kearifan Lokal”, panitia menghadirkan 2 orang pembicara, yaitu Dr.Ir.Nurrachman, CES., MM yang menjelaskan tentang  pengembangan jaringan transport (busway) di Jakarta, serta Ir.Putu Darta, CES yang membahas tentang budaya lokal bali dalam pembangunan infrastruktur di Provinsi Bali. Setelah sesi seminar, acara dilanjutkan dengan kongres anggota IAPPU untuk mendengarkan laporan pertanggungjawaban pengurus IAPPU periode 2006-2012, pembahasan AD/ART, serta pemilihan pengurus dan penyusunan formatur. (ap)

Instansi Terkait