Sabtu, 19 May 2012
   Anda ada di:   BerandaArtikel BIPRPariwisata Sebagai Tulang Punggung Perekonomian Provinsi Bali

Pariwisata Sebagai Tulang Punggung Perekonomian Provinsi Bali

Kamis, 30 Juni 2011 15:09

Sebaran Objek Wisata di Lingkungan Pesisir Bali yang Rawan Terhadap Fenomena Alam

Pasar wisata dunia menunjukan pertumbuhan yang relatif konstan dari tahun 1995-2008. Tahun 2009 terjadi penurunan terhadap 2008 relatif sebesar (-4,3%). Pada tahun 2008 pasar wisata dunia sebesar 920 juta. Distribusi kedatangan wisatawan internasional tahun 2009 terbesar adalah Eropa (460 juta – 52%), Asia Pasifik (180 juta – 20%) dan terendah Afrika (48 juta – 5%).

Indonesia sebagai destinasi internasional dibandingkan dengan destinasi lain mempunyai pertumbuhan positif peringkat kedua setelah Malaysia. Dibandingkan dengan Australia, Singapura, Thailand dan Vietnam maka Indonesia mempunyai pertumbuhan jumlah kedatangan wisman lebih tinggi.

Tahun 2009, jumlah kedatangan wisman ke Indonesia sebesar 6,32 juta. Dari seluruhnya, wisman Singapura dan Malaysia menduduki peringkat pasar pertama dan kedua. Kedudukan pertama dan kedua ini sudah berlangsung sejak dua puluh tahun lalu.

Preferensi produk wisatawan mancanegara dalam mengunjungi Indonesia tertinggi adalah liburan (59,80%) dan bisnis (25,11%). Sisanya memiliki maksud mengunjungi teman, dinas, konvensi, keagamaan, olah raga, pendidikan, kesehatan, dan lainnya.

Kondisi Pariwisata Bali

Perekonomian Provinsi Bali sangat ditunjang oleh sektor pariwisata. Struktur PDRB Provinsi Bali menunjukan sektor-sektor yang berorientasi pada pariwisata seperti sektor perdagangan, hotel dan restoran, memberikan kontribusi terbaik terhadap total PDRB Provinsi Bali, disusul oleh sektor pertanian yang selain berperan sebagai sentra produksi, juga berperan sebagai kawasan wisata pertanian itu sendiri. Hal ini menjadikan pariwisata sebagai tulang punggung perekonomian Provinsi Bali.

Selain menjadi primadona di daerahnya sendiri, pariwisata Provinsi Bali juga menjadi primadona dalam skala nasional bahkan internasional. Tercatat kunjungan wisatawan mancanegara ke Indonesia dalam beberapa tahun  terakhir ini 25 – 30% (1998 - 2008) wisatawan mancanegara yang berkunjung ke Indonesia melalui Bandara Ngurah Rai.

peta_pariwisata_bali

Potensi objek-objek wisata di Pulau Bali tersebar di daerah pegunungan, danau, dan pantai. Karakteristik fisik dan non-fisik budaya yang unik dan khas juga menjadi salah satu daya tarik pariwisata Pulau Bali. Hal ini menjadikan Pulau Bali memiliki paket wisata yang lengkap, mulai dari paket wisata alam pesisir, alam pegunungan, alam danau, religi, perilaku seni dan budaya, seni arsitektur bangunan, kerajinan tangan, makanan, hingga wisata rekreasi modern, belanja, dan MICE.

Wisata pantai/pesisir mendominasi objek wisata Pulau Bali. Hal ini harus menjadi perhatian utama karena kawasan wisata pantai termasuk kawasan rawan bencana tsunami serta erosi pantai. Dapat dibayangkan apabila pantai Bali habis terkikis oleh erosi pantai, maka Bali akan kehilangan objek wisata andalannya.

Bali dengan sektor unggulan pariwisata telah memiliki posisi strategis pada tingkat nasional maupun internasional. Sektor pariwisata telah mempengaruhi hajat hidup masyarakat Bali. Dominasi sebaran objek dan atraksi pariwisata di lingkungan pesisir Pulau Bali memiliki kerentanan terhadap kebencanaan. Upaya perlindungan pesisir Bali menjadi sebuah keharusan.